Batu Akik Ginggang Luk Ula


Dalam bahasa Jawa, kata Ginggang berarti bergeser, bergerak, berubah. Batu ini kemudian dinamakan Ginggang karena sifat mineral penyusunnya yang mempunyai kemampuan menyerap cahaya dan energi secara halus dan kemudian memancarkannya kembali ke luar secara searah membentuk suatu pola gerak yang halus seperti aliran air yang tenang.

Gerakan ini dihasilkan melalui mekanisme terarah dari tekstur garis-garis dalam batu yang terbentuk karena sedimentasi penyusun yang sangat lama. Jenis batuan ginggang bermacam-macam. Ada yang jernih dan ada yang pekat. Semakin tinggi tingkat kejernihan dan kelembutan garis batuan ini, semakin besar pula daya serap dan daya pancar yang dihasilkan.

Konsultasi / Pemesanan
Ki Ravie Ananda

Jalan Garuda 13
Kebumen, 54311
Jawa Tengah – Indonesia

+62 81-329-544881 7CC40D23


Geraknya pun terlihat semakin jelas. Teknik penggosokan (bentuk/ pola gosokan batu) juga sangat mempengaruhi maksimalnya daya pancar energi serap. Perbedaan tingkat serap, pancar, dan gerak pada masing – masing batu Ginggang melahirkan istilah Ginggang hidup dan Ginggang mati. Ginggang hidup memiliki nilai komersil yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Ginggang mati.

Karena sifat yang dimiliknya, batuan ini sangat bemanfaat kepada si pemakai sebagai media serap energi dan pemancar sehingga si pemakai akan menjadi pusat medan biomagnet dan biokelistrikan dari manusia di sekitarnya. Dengan kata lain, induksi makrokosmos batuan ini bisa memaksimalkan daya tarik pemakainya terhadap manusia di lingkungan sekitarnya.

 

NB : Ketersediaan stok bisa dilihat di Stok Batu Akik Ginggang Lukula. Penambahan stok dapat diusahakan dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan, tergantung julung pencarian

Sinergi Kosmik Lukula Lainnya: