Batu Akik Fosil Galih Kelor

Batu fosil galih kelor berasal dari sisa bagian batang pohon kelor yang terkeras yang kemudian membatu. Daun kelor di pulau Jawa khususnya di Kebumen digunakan untuk piranti memandikan jasad orang yang telah meninggal dunia.

Konsultasi / Pemesanan
Ki Ravie Ananda

Jalan Garuda 13
Kebumen, 54311
Jawa Tengah – Indonesia

+62 81-329-544881 7CC40D23

Tekstur daunnya yang lembut dan kecil mengandung zat alam yang mampu membersihkan kotoran yang melekat di jasad. Ini juga yang mendasari masyarakat jawa menggunakan daun kelor sebagai senjata pamungkas untuk menghilangkan sifat – sifat luar yang melekat di dalam tubuh manusia (ilmu atau doa – doa mantra yang dipelajari seseorang yang sifatnya untuk melapisi/sifat kandel/sifat kebal yang asalnya karena pengaruh faktor luar yang menyelimuti berupa daya gaib atau energi bangsa lain) yang kemudian oleh masyarakat awam disebut dengan pengapesan daun kelor adalah pengapesan bagi orang – orang yang menganut ilmu semacam itu).

Daun kelor juga memiliki aroma yang khas seperti dlingo bengle yang dipercaya masyarakat Jawa bersifat resisten dengan energi – energi metafisik yang akan merugikan manusia, sehingga dlingo bengle sendiri dikenal ampuh sebagai sambetan untuk anak – anak kecil agar tidak terkena gangguan dari mahluk halus atau sawan. Fosil galih kelor tentunya mengandung daya yang lebih banyak dibanding semasa menjadi pohon karena fosil merupakan bagian yang teruji dan mampu bertahan selama jutaan tahun.

NB: Ketersediaan stok bisa dilihat di Stok Batu Akik Fosil Galih Kelor Lukula. Penambahan stok dapat diusahakan dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan, tergantung julung pencarian.

Sinergi Kosmik Lukula Lainnya: