nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image nivo slider image

SESOTYA DAYA  LUK ULA SINERGI BATU MULIA LUKULA KARANGSAMBUNG KEBUMEN

Lukula juga dikenal dengan sebutan Lukulo, Luk Ula atau Luk Ulo, adalah nama sungai di Kabupaten Kebumen yang berhulu di Karangsambung-Sadang menuju ke Selatan hingga bermuara di samudra Hindia. Lekuk/kelok Alur sungai Lukula yang menyerupai lekuk ular dalam bahasa jawa disebut Luk Ula (Jawa: Luk=lekuk,kelokan; Ula=Ular).

Kebumen adalah salah satu kabupaten di wilayah propinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Dengan kata lain, tidak ada lagi daratan di Selatan Kebumen, hanya ada Samudra Hindia dan Kutub Selatan. Nama Kebumen yang memiliki arti Kebumian merupakan nama baru dari kabupaten Panjer yang berarti tonggak awal.
Ditinjau dari sisi Geologis, Kebumen pada awalnya merupakan dasar samudera yang muncul akibat penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Asia pada 120 juta tahun yang lalu.

Konsultasi / Pemesanan
Ki Ravie Ananda

Jalan Garuda No. 13
Kebumen – Jawa Tengah
Indonesia, 54311


7CC40D23

Salah satu bukti dari peristiwa alam tersebut adalah daerah Karangsambung dan sungai Lukula yang pada awalnya merupakan sungai bawah laut, terbentuk pada masa pratersier tertua. Bukti geologis lain berupa singkapan beraneka ragam batuan kuno sebagai hasil evolusi bumi antara lain:

  1. Basalt, Gabro dan Serpentinite (merupakan serpihan batuan lempeng samudra).
  2. Rijang Merah (merupakan batuan sedimen laut dalam yang terjadi di dasar samudera berusia 140 juta tahun yang lalu yang di dalamnya terdapat fosil renik radiolaria).
  3. Lava Basalt berstruktur bantal (merupakan lelehan lava pijar di dasar samudera).
  4. Sekismika (merupakan batuan malihan serpihan lempeng benua yang terangkat ke permukaan).
  5. Batuan beku Diabas.
  6. Batu Gamping Numulites (merupakan sedimen yang mengandung fosil kerang laut dangkal).
  7. Breksi gunung api dan lempung.

Keunikan dan kelengkapan fenomena geologi Karangsambung sangat penting bagi dunia pendidikan kebumian sehingga bisa dikatakan sebagai candradimuka-nya para Geolog di Indonesia.

 

Penelitian tentang Karangsambung pertama kali dilakukan oleh Verbeek, seorang geolog Belanda pada tahun 1891. Hasil penelitiannya dipetakan secara geologi oleh Harlof pada tahun 1933. Penelitian dilanjutkan oleh Sukendar Asikin, geolog Indonesia pertama yang mengulas geologi daerah Karangsambung berdasarkan teori Tektonik Lempeng. Karangsambung dahulunya merupakan gunung api purba dasar laut sebelum masa pratersier. Daerah ini merupakan daerah tertua di Asia sehingga batuan Karangsambung memiliki tingkat kekerasan diatas batuan di daerah lain.

 

Geolog, ilmuan dari berbagai negara pun mengunjungi Karangsambung sebagai lapangan geologi terlengkap di Asia. Laboratorium Geologi pertama di Indonesia dibangun pula pada tahun 1964 di sini.

Testimoni tentang Karangsambung oleh Hayley Joyell Smith, Master of Earth Science dari USA

Testimoni tentang Karangsambung oleh Hayley Joyell Smith, Master of Earth Science dari USA

 

Salah seorang ilmuan tersebut adalah adalah Hayley Joyell Smith beliau adalah Master of Earth Science dari Amerika, bercerita tentang kunjungannya ke Karangsambung dan ketertarikan belajar membuat kerajinan batu akik bersama batumulialukula.com yang telah mengantar beliau keliling Karangsambung, cerita selengkapnya bisa anda baca pada link ini.

Batuan Karangsambung dan sungai Lukula memiliki ciri-ciri yang khas. Banyaknya masyarakat yang kurang memahami karakteristiknya terpaksa tertipu dengan batuan dari luar Kebumen yang mengatasnamakan batuan Lukula dan Karangsambung.

 

Oleh Ravie Ananda
diedit : Kebumen, Selasa Legi 2 Maret 2015